๐ŸŽ‰ GRATIS 100+ Token untuk Pengguna Baru!

Perbedaan CV dan Resume: Mana yang Dipakai Saat Melamar Kerja?

Tim Intervyou ยท 3 menit baca

Daftar isi

Mesin tik dengan kertas bertuliskan Job Application

Foto: Markus Winkler / Unsplash

Singkatnya: resume adalah ringkasan satu halaman yang disesuaikan untuk satu posisi, sedangkan CV (curriculum vitae) adalah riwayat lengkap yang bisa beberapa halaman dan biasa dipakai di dunia akademik. Tapi di Indonesia, saat lowongan menulis "kirim CV", yang mereka maksud hampir selalu adalah resume: dokumen singkat yang fokus pada pengalaman yang relevan dengan posisinya.

Jadi kalau kamu melamar kerja di perusahaan, kamu tidak perlu bingung memilih. Buat satu dokumen satu halaman (paling banyak dua kalau pengalamanmu sudah panjang), sesuaikan dengan lowongannya, dan beri nama file "CV". Sisanya di artikel ini menjelaskan kenapa begitu, dan kapan kamu benar-benar butuh CV versi panjang.

Perbandingan resume dan CV: panjang, isi, seberapa sering disesuaikan, dan kapan dipakai

Resume: Singkat dan Dipilih untuk Satu Posisi

Kata resume berasal dari bahasa Prancis yang artinya ringkasan. Isinya bukan semua yang pernah kamu lakukan, tapi yang paling relevan untuk posisi yang kamu lamar.

Ciri-cirinya:

  • Satu halaman, kadang dua untuk yang sudah berpengalaman
  • Dibuka dengan ringkasan profil singkat
  • Pengalaman dipilih dan diurutkan sesuai posisi
  • Isinya berubah sedikit setiap kali melamar posisi berbeda

Ini format yang dipakai hampir semua lowongan kerja di perusahaan swasta, startup, dan BUMN.

CV: Lengkap dan Cenderung Tetap

Curriculum vitae berasal dari bahasa Latin, artinya kurang lebih "perjalanan hidup". CV mencatat riwayatmu secara lengkap dan tidak banyak diubah untuk tiap lamaran.

Ciri-cirinya:

  • Bisa dua halaman atau lebih
  • Mencantumkan semua riwayat pendidikan, publikasi, penelitian, konferensi, penghargaan, mengajar, dan organisasi
  • Disusun berdasarkan kronologi, bukan berdasarkan relevansi dengan satu posisi

CV versi ini dipakai saat melamar beasiswa, program S2/S3, posisi dosen atau peneliti, dan beberapa lembaga internasional.

Kenapa di Indonesia Keduanya Disebut CV?

Karena kebiasaan. Istilah "CV" sudah terlanjur melekat untuk dokumen lamaran kerja, sementara kata "resume" lebih sering terdengar di konteks perusahaan multinasional atau lowongan berbahasa Inggris. Hasilnya, perusahaan di Indonesia menulis "kirim CV terbaru" tapi sebenarnya mengharapkan dokumen berbentuk resume.

Ada juga istilah ketiga yang masih sering muncul: daftar riwayat hidup. Secara arti ini terjemahan dari curriculum vitae. Tapi format lamanya, berupa formulir berisi tempat tanggal lahir, agama, status pernikahan, tinggi badan, dan hobi, sudah tidak relevan untuk kebanyakan lowongan sekarang. Kalau masih memakai format itu, informasi yang paling penting (pengalaman dan keterampilanmu) justru tenggelam.

Jadi, Mana yang Sebaiknya Kamu Pakai?

Pakai panduan sederhana ini:

  • Melamar kerja di perusahaan, termasuk magang dan program seperti MagangHub: dokumen singkat bergaya resume, satu halaman, disesuaikan dengan lowongan.
  • Melamar beasiswa, S2/S3, atau posisi akademik: CV lengkap, kecuali penyelenggara memberi format sendiri.
  • Lowongan perusahaan asing yang menulis "resume": sama dengan poin pertama, hanya saja biasanya dalam bahasa Inggris.

Kalau ragu, baca lagi deskripsi lowongannya. Kalau mereka menyebut batas halaman atau format tertentu, ikuti itu.

Satu Hal yang Sama: Harus Bisa Dibaca Sistem

Apa pun namanya, dokumenmu kemungkinan besar akan masuk ke sistem penyaringan lamaran (ATS) sebelum dibaca manusia. Jadi aturan dasarnya berlaku untuk keduanya: tata letak satu kolom, judul bagian yang standar, PDF yang teksnya bisa diblok, dan istilah yang sama dengan deskripsi lowongan.

Panduan lengkapnya ada di cara membuat CV ATS friendly. Kalau kamu baru lulus dan butuh contoh nyata, lihat contoh CV ATS fresh graduate untuk posisi operator, admin, dan IT support.

Setelah dokumennya jadi, kamu bisa cek CV ATS di Intervyou untuk melihat seberapa cocok CV-mu dengan lowongan yang kamu incar. Kalau tujuanmu beasiswa, persiapkan juga wawancaranya lewat simulasi wawancara LPDP dan beasiswa.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siap mempraktikkannya?

Latih langsung dengan Intervyou dan dapatkan feedback sebelum hari-H.

Cek CV ATS Kamu Gratis

Baca juga